REFLEKSI

 

Ketika tahun sebelumnya begitu membuat khawatir, tahun sekarang dan mendatang tak menjajikan perbaikan, apa yang akan kita lakukan? Majalah TIME menulis: tahun-tahun mendatang akan menjadi tahun escapism.

Escapism adalah keadaan kita memasuki alam khayal atau hiburan untuk menghindari kenyataan yang tak menggembirakan. Ini bukan cara yang tepat, tapi mungkin yang termudah.

Bentuknya bisa macam-macam: Hedonisme untuk sebagian orang, Fantasi untuk orang lain, dan Nostalgia bagi sebagian lain”. Intinya: Kita berpura-pura tidak memiliki masalah. Cuek.

Untuk kelahiran kembali Gunakan hati hilangkan belenggu prasangka negatif

Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan. Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dan masa muda yang abadi. Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan. Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan. Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan tuhan. Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan. Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati. Ambillah waktu untuk memberi, itu adalah membuat  hidup terasa berarti.

Seiring bertambahnya usia, ku berharap bertambah pula semuanya menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya….amien…………

 

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Sanggar Anak Tangguh

Strong Children Strong Nation

What Planners Do

The Few, The Proud, The Planner

kalipaksi dot com

Melu Memayu Hayuning Bawono

ARDAN SIRODJUDDIN

Blog ini didedikasikan untuk kemajuan pendidikan Indonesia

O. Solihin

katakan kebenaran itu meskipun terasa pahit

%d blogger menyukai ini: