Beranda > Uncategorized > Kewirausahaan Remaja Indonesia

Kewirausahaan Remaja Indonesia

BY: IMSAR LUBIZ
Lulus dari Universitas dan mendapatkan gelar, belum menjamin seseorang mendapatkan pekerjaan. Apalagi setelah lulus tidak memiliki keterampilan atau keahlian dari bidang keilmuan yang diikuti selama pendidikan beberapa tahun sebelumnya. Menurut Badan Pusat Statistik(BPS), tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2008 mencapai 9,43 juta orang atau 8,46% dari total penduduk. Jumlah ini menurun 0,5% pada Agustus 2009. Meski menurun, angka ini tetap harus diwaspadai lantaran mayoritas penganggur merupakan pengangguran terdidik lulusan sekolah menengah dan perguruan tinggi. Lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) berstatus penganggur 14,31% dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 17,26%. Lulusan perguruan tinggi (Sarjana) yang menganggur 12,59% dan lulusan Diploma 11,21%.
Bila dilihat secara keseluruhan jumlah pemuda yang menganggur di Indonesia, Angka tersebut jelas menunjukkan adanya masalah besar dalam perkembangan perekonomian dan sosial di Indonesia yang mengakibatkan melonjaknya jumlah pengangguran berpendidikan di Indonesia. Atau bisa pula disebabkan karena pemikiran yang didoktrinkan kepada para remaja Indonesia adalah mencari pekerjaan, dan bukan sebaliknya, menciptakan lapangan pekerjaan. Artinya, dorongan dari remaja itu sendiri juga untuk berwirausaha menjadi rendah. Setiap tahunnya akan tambah ribuan orang pengangguran lagi, padahal jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia cukup terbatas,” 
Dalam konteks itulah kebijakan kurikulum kewirausahaan sangat perlu diterapkan. Kebijakan ini diharapkan mampu merubah paradigma kalangan terdidik yang cenderung mencari pekerjaan agar memiliki motivasi untuk berwirausaha.
Idealnya, suatu negara memiliki wirausahawan sekitar 2% dari total penduduk. Di AS, jumlah wirausahawan mencapai 11,5% dari total penduduk, sedangkan Singapura memiliki wirausahawan 7,2% dari total penduduk. Di Indonesia, saat ini hanya memiliki sekitar 500.000 wirausahawan atau 0,18% dari total penduduk. Fakta ini seharusnya menjadi pelecut bagi Indonesia untuk termotivasi guna mengejar ketertinggalan.
Berangkat dari permasalahan itu, selayaknya ada wadah khusus yang memfasilitasi para remaja Indonesia yang inovatif, kreatif dan produktif melalui kegiatan “Pendidikan Wirausaha”. 
Tujuannya yakni untuk membantu anak-anak muda yang memiliki kemauan, ide bisnis cemerlang, dalam mewujudkan keinginan dan cita-citanya, sekaligus membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat yang ada di sekitarnya juga menjadi pelopor dan penggerak perekonomi dalam proses pembangunan di daerahnya. 
“Melalui kegiatan ini pula ingin mengubah pandangan para remaja sebagai pencari kerja (job seeker) menjadi pembuka lapangan kerja”. serta ingin mengubah paradigma anak muda yang selama ini menilai kewirausahaan itu bukan pekerjaan yang keren, dan patut dibanggakan. Padahal, disisi lain, jika dilakukan dengan benar, wirausaha bisa menjadi pekerjaan yang bergengsi dan merupakan karier yang bagus. 
kegiatan pelatihan kewirausahaan ini sangat berarti bagi pemuda yang ingin menyatakan mimpi bisnisnya. Setidaknya dengan adanya kegiatan ini, pikiran dan ide-ide para pemuda dapat terbuka, terpancing dan akhirnya terealisasikan, serta mampu bertahan. “Melalui kegiatan ini juga mereka diberikan peluang dan jalan untuk memulai dan mengembangkan bisnis impian mereka”. 

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Sanggar Anak Tangguh

Strong Children Strong Nation

What Planners Do

The Few, The Proud, The Planner

kalipaksi dot com

Melu Memayu Hayuning Bawono

ARDAN SIRODJUDDIN

Blog ini didedikasikan untuk kemajuan pendidikan Indonesia

O. Solihin

katakan kebenaran itu meskipun terasa pahit

%d blogger menyukai ini: