Beranda > Uncategorized > Kegiatan Dakwah

Kegiatan Dakwah

Kegiatan dakwah meliputi ajakan untuk beriman dan menaati Allah atau memeluk islam, melaksanakan amal kebaikan (amar ma’ruf) dan mencegah perbuatan mungkar (nahi munkar) dalam usaha mendekatkan diri kepada Allah untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Islam adalah agama dakwah yang menugaskan umatnya untuk menyebarkan dan mensiarkan islam kepada seluruh umat manusia sebagairahmatan lil alamin. Islam dapat menjamin terwujudnya kebahagiaan dan kesejahteraan manakala ajarannya dijadikan sebagai pedoman hidup dan dilaksanakan secara konsisten serta konsekuen.

Oleh karena itu pelaksanaan dakwah dalam usahanya mendekatkan diri kepada Allah meliputi segala aspek yang sangat terkait antara satu dengan yang lain. Untuk itu, unsur penunjang kesuksesan sebuah dakwah harus terpenuhi.

Sebagai ahli hikmah dalam dakwahnya, da’i harus menguasai dasar-dasar dakwah atau rukun-rukun dakwah agar mampu berjalan dengan lancar dan tidak diragukan lagi fiqh tentang rukun–rukun dakwah dalam Al-Qur’an, Allah berfirman :

قُلْ هَذِهِ سَبِيْليِ أَدعُو اِلىَ اللهِ عَلىَ بَصِيْرَةِ اَنَا وَمِنَ اتَّبَعَنِ وَسُبْحَنَ اللهِ وَمَآ اَناَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ.

Artinya :

Katakanlah inilah jalan agamaku, aku dan orang-orang yang mengikuti mengajakmu kepada Allah dengan hujjah, maka maha suci Allah dan aku tiada termasuk orang-orang musyrik. (Q.S Yusuf: 108)

Ada beberapa rukun-rukun dakwah yang harus dipahami oleh para da’i sebagai penunjang suksesnya dakwah :

1.Subjek dakwah (da’i)

Seorang da’i wajib mengetahui hakekat dirinya, tugas-tugasnya, syarat-syaratnya, bekalnya dan akhlaknya. Untuk itu idealnya seorang da’i yang profesional memenuhi syarat sebagai berikut:14

  1. Syarat yang bersifat akidah

Para da’i harus yakin dengan agama Islam yang dianut, keimanan harus kuat mampu menyelaraskan antara ucapan dan perbuatan.

  1. Syarat yang bersifat ibadah

Seorang da’i banyak memberi contoh dalam menjalankan ibadah, baik itu yang diwajibkan Allah atau yang disunahkan Allah.

  1. Syarat yang bersifat ilmiah

Salah satu dengan menguasai ilmu agama, ilmu umum, cerdas serta intelektual serta mampu mengikuti arus perkembangan zaman.

  1. Syarat yang bersifat akhlakul karimah

Syarat yang bersifat akhlakul karimah tidak hanya berkaitan dengan manusia (hablum minannas) tetapi juga (hablum minallah) sabar, syukur, tawakal, dan beribadah dengan mengharapkan ridho Allah .

  1. Syarat yang bersifat jasmani

Sehat secara fisik ataupun mental, sebagai salah satu usaha untuk memperlancar kesuksesan dakwah.

  1. Syarat kelancaran berbicara (retorika)

Seorang da’i harus berbicara dengan fasih serta bisa di terima dengan akal sehingga dengan bahasa yang dilontarkan bisa menyentuh perasaan si pendengar.

  1. Syarat mujadalah

Seorang da’i harus bersemangat dalam berdakwah berjuang menegakkan agama Allah dengan mengharap ridhonya .

  1. Objek sasaran dakwah

Mad’u adalah isim maf’ul dari da’a, berarti orang yang diajak, atau dikenakan perbuatan dakwah, laki-laki atau perempuan, tua atau muda semua manusia tanpa terkecuali.15 Bila dilihat kondisi masyarakat yang majemuk dengan karakteristik yang berbeda maka dituntut, penggunaan metode dan strategi dakwah yang efektif dan efisien. Untuk itu sasaran dakwah yang di lakukan kaum muslimin tidak dibatasi pada satu kaum saja melainkan rahmatan lil alamin.

Sementara Hamzah Ya’cub dalam buku Publisitik Islam mengemukakan sasaran dakwah sebagai berikut :16

1. Umat rasional

Yaitu orang yang berfikir kritis, berpendidikan, berpengalaman serta terbiasa berfikir mendalam.

2. Umat tradisional

Yaitu orang yang mudah dipengaruhi oleh faham baru tanpa pertimbangan lebih dahulu, kemudian mengikutinya tanpa berfikir salah atau benar

3. Umat bertaklid

Yaitu orang yang fanatik buta dan berpegang pada tradisi yang turun-temurun dipandang benar tanpa diselidiki dahulu

 

  1. Pesan dakwah

Pesan dakwah dalam hal ini pernyataan yang terdapat pada sumber atau bahan dalam mencapai tujuan dakwah. Sumber pokok yang dimaksud Al-Qur’an dan Hadis Rasulullah, berupa petunjuk, tuntunan dan hukum bagi kehidupan manusia. Menurut M. Natsir dalam Fiqh ad-Dakwah membagi pesan dakwah ke dalam tiga bagian :17

  1. Menyempurnakan hubungan manusia dengan khalik-nya hablumminallah atau mu’amalah ma’al khalik.
  2. Menyempurnakan hubungan manusia dengan sesama manusia, hablumminannas atau mu’amalah ma’annas.
  3. Mengadakan keseimbangan (tawazun) antara kedua itu dan mengaktifkan keduanya selaras dan seimbang .

 

  1. Tujuan dakwah

Tujuan dakwah yang dilakukan da’i, mengajak manusia ke jalan Allah dan menyembah-Nya dengan tidak menyekutukan selain Allah. Menyeru kepada manusia mengindahkan seruan Allah dan rasul-Nya serta memenuhi panggilan-Nya untuk mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman :

يَاَيُّهَا النَّبىِ اِنَّا اَرْسَلْنكَ شاَهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيْرًا وَدَاعِيًا اِلَى اللهِ بِاِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا

Artinya:

Hai Nabi, sesungguhnya kami mengutusmu untuk menjadi saksi dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan ,dan untuk menjadi da’i (penyeru) kepada (agama) Allah dengan izin-Nya untuk menjadi cahaya yang menerangi (Al Azhab 45-46).

 

Aktivitas dakwah dari masa ke masa disatukan satu tujuan utama yaitu menyeru ke jalan Allah. Apabila tujuan dakwah selain Allah atau menyertakan tujuan-tujuan yang lain seperti tujuan duniawi dan segala bentuk kepentingan pribadi selain Allah adalah penyimpangan.

 

5) Metodologi dakwah

Secara umum metodologi dakwah merupakan interpretasi dari ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang memuat prinsip-prinsip metode dakwah dalam menyeru dan mengajak manusia ke jalan Allah. Maka, penyampaian risalah dakwah kepada mad’u hendaknya disesuaikan dengan pemahaman dan pengalaman keagamaaannya. Maka, penyampaian dakwah dilakukan dengan hikmah sesuai dengan firman Allah surat An–Nahl ayat 125 :18

  1. Cara berdakwah dengan hikmah ditujukan kepada ahli pikir dan ahli ilmu yang kritis.
  2. Cara berdakwah mawizhah hasanah ditujukan kepada mereka masih awam.
  3. Cara berdakwah dengan mujadalah dengan sebaik-baiknya ditujukan kepada orang yang tingkat pemikirannya tidak dapat mencapai pada tingkat sebagai ahli pikir atau ahli yang matang ilmunya, namun juga tidak jatuh ke tingkat berfikir orang awam. tanpa terkecuali.

2. Tinjauan Umum Pengembangan Sumber Daya Manusia (da’I(

1. Pengembangan Sumber Daya Manusia (da’i)

Kata pengembangan berasal dari kata kembang, berkembang yang berarti menjadi besar, tersebar. Adapun pengembangan yaitu cara atau hasil yang mengembangkan.19 Terjadinya perkembangan menurut Herbert karena adanya unsur-unsur berasosiasi sebagai suatu simple atau unsur yang sedikit semakin lama semakin banyak dan komplek.

Jadi pengembangan merupakan suatu perubahan yang menunjukkan ke arah yang lebih besar dan lebih banyak. Hal ini disebabkan oleh dua unsur atau lebih yang saling berhubungan hingga kecil menjadi besar yang diusahakan oleh seorang atau kelompok dalam rangka mencapai tujuan tertentu.

Pengembangan atau pertumbuhan yang menggambarkan suatu proses tambahnya identitas meningkatnya kemampuan dan kapasitas untuk mempertahankannya, eksistensi, adaptasi terhadap lingkungan. Mewujudkan secara efektif, sehingga proses perkembangan berdasarkan pada teori :20

  1. Evolusionisme: menggambarkan perkembangan yang mengikuti jenjang tahap demi tahap menuju ke arah kemajuan (progresif), ke arah yang semakin sempurna.
  2. Adaptasi: setiap perubahan yang senantiasa berusaha untuk menyesuaikan dengan perubahan lingkungan (mempunyai) kehendak untuk menciptakan struktur baru, bersifat inovasi dan modernisasi sehingga proses tersebut lebih kepada bentuk perkembangan.
Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Sanggar Anak Tangguh

Strong Children Strong Nation

What Planners Do

The Few, The Proud, The Planner

kalipaksi dot com

Melu Memayu Hayuning Bawono

ARDAN SIRODJUDDIN

Blog ini didedikasikan untuk kemajuan pendidikan Indonesia

O. Solihin

katakan kebenaran itu meskipun terasa pahit

%d blogger menyukai ini: