Beranda > Uncategorized > Langkah Kreatif Mewujudkan City Branding

Langkah Kreatif Mewujudkan City Branding

*imsar lubis

Pembangunan industri di KOTA CIREBON masih bernuansa pengolahan (manufaktur), belum banyak menyentuh kegiatan ekonomi berbasis pengetahuan. KOTA CIREBON kaya dengan keanekaragaman sumberdaya manusia. Seyogyanya menempatkan manusia sebagai titik sentral pembangunan industri. Pembangunan industri mengandalkan kreativitas manusia dan budaya untuk mensejahterakan masyarakat disebut industri kreatif. Industri kreatif memiliki peran strategis dalam membangun dan mengembangakan sumber daya manusia yang mampu bersaing dengan kualitas yang dapat diandalkan.

 

Potensi Kota Cirebon Kreatif

Kota Cirebon dikenal sebagai kota udang dan memiliki beragam kebudayaan. Dikenal sebagai penghasil tekstil dan mode, khususnya batik. Trend setter pakaian di kalangan anak muda. Sebagai daerah tujuan wisata penduduk dari kota-kota lainnya. Menempatkan diri sebagai kota jasa yang menawarkan berbagai produk, rumah produksi, kuliner, dan produk seni rupa. Generasi mudanya yang kreatif dan berani bereksperimen dengan gagasan-gagasan yang inovatif. Sumberdaya pendukung industri kreatif tersedia dengan baik.

Tantangan Industri Kreatif

Relatif baru dan belum diakui sebagai penggerak roda pembangunan. Tidak ada data nilai ekonomi dan perkembangan industri kreatif. Tidak ada kebijakan yang mendukung iklim kreatif: perijinan, investasi, dan perlindungan hak cipta. Kegiatan kreatif masih terkontak-kotak dan belum ada kajian terpadu yang utuh mulai dari kegiatan kreasi, produksi, dan distribusi. Pengembangan sumberdaya manusia di perguruan tinggi tidak memberdayakan industri kreatif. Belum ada perumusan sistem karir yang unik untuk para pekerja kreatif. Peluang kerja belum sepenuhnya bebas dalam proses rekrutmen, penggajian, promosi, dan pengakuan. Tidak ada penanganan yang sistematik untuk meningkatkan peluang bisnis kreatif.  Industri kreatif kini, tidak hanya sebatas pada dunia entertainment dan musik saja, tapi dunia kreatifitas lainnya.

Mengacu pada buku John Howkins yang berjudul The Creative Economy:How People Make Money From Idea, maka yang dimaksud dengan industri kreatif yaitu : disain, fashion, publishing,film dan video, TV dan radio, interaktive leisure software, musik, performingarts, fotografi, software and computer service. Kategori ini kemudian berkembang pesat menjadi industri yang menjanjikan secara ekonomi dan terbukanya lapangan kerja yang lebih luas.

Di Inggris dan Amerika misalnya, potensi industri kreatif cukup menggerakkan perekonomian negara tersebut. Di Inggris misalnya, industri kreatif menyumbang pendapatan nasionalnya hingga 8,2%. Semakin meningkat dengan rata-rata 9% per tahun, di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi negara sekitar 2%-3%per tahun. menyerap sekitar 2 juta tenaga kerja. Di Korea pertumbuhannya mencapai 20% per tahun. Singapura, industri kreatif menyumbang 5% PDB-nya atau sekitar Rp 47 triliun. Sekarang, industri kreatif dunia telah menyumbang PDB global sebesar Rp US$ 2 triliun. Perkembangan industri kreatif di negara-negara tersebut di atas telah terpetakan dengan baik.

Di Indonesia, bisnis kreatif masih belum terpetakan dengan pasti. Sumbangan devisa saat ini baru tercatat mencapai US$ 2 miliar, artinya baru menyumbang PDB sekitar 1,9%. Hal ini masih jauh dengan hasil negara-negara maju yang mencapai hingga 30%.

Namun para pemerhati bisnis kreatif menilai potensi bisnis kreatif di Indonesia kini semakin besar. Sebut saja kue iklan nasional yang terserap untuk televisi tahun ini mencapai 64,2% dari total kue iklan nasional yang mencapai Rp 30 triliun. Tahun lalu, belanja iklan nasional mencapai Rp 25,58 triliun dan tahun 2004 sekitar Rp 22 triliun.

Dari data yang dikeluarkan oleh British Council yang tengah memetakan proyek pemetaan potensi industri kreatif di Indonesia disebutkan bahwa industri manufaktur yang terkait dengan industri kreatif setara dengan US$ 88 miliar atau setara dengan enam kali PDB untuk minyak tanah dan gas alam pada tahun 2004 (US$ 12 miliar) atau setara dengan 33% PDB. Sementara minyak dan gas hanya10%. (Dikutip dan disarikan dari Majalah Swa edisi 23/XXIII/25 Oktober-7Novemeber 2008).

 

 

MAKSUD DAN TUJUAN

Pada dasarnya ekonomi kreatif meliputi seluruh aktivitas ekonomi yang dilakukan di segala lapisan masyarakat. Tetapi berdasarkan studi pemetaan serta cetak biru pengembangan ekonomi kreatif Indonesia, maka pemerintah telah memfokuskan pengembangan ekonomi kreatif ini terhadap 14 sub sektor industri yang dikategorikan sebagai kelompok industri yang memiliki dominasi penciptaan nilai dengan memanfaatkan intelektualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Empat belas subsektor Industri kreatif yang menjadi fokus pengembangan oleh Pemerintah hingga tahun 2025 adalah meliputi: periklanan; arsitektur; pasar barang seni; kerajinan; desain; fesyen; video, film dan fotografi; permainan interaktif; musik; seni pertunjukan; penerbitan dan percetakan; layanan komputer dan piranti lunak; televisi dan radio; dan riset dan pengembangan.

Dari ke-14 subsektor industri kreatif yang telah dijelaskan, hingga tahun 2010, Departemen Perdagangan Republik Indonesia memfokuskan diri untuk mengembangkan Industri kreatif meliputi subsektor: (1) Arsitektur; (2) Film, video, dan fotografi; (3) Fesyen; (4) Musik; (5) Kerajinan; (6) Desain. Pemilihan keenam subsektor di atas, didasari oleh pertimbangan: Menciptakan iklim yang mendorong kreativitas, Mengembangkan kemampuan penciptaan nilai kreatif, Meningkatkan peluang atau permintaan produk kreatif.

• Menciptakan iklim yang mendorong kreativitas

– Cirebon Kreatif

– Layanan investasi yang berkualitas

– Pengakuan kepeloporan dan prestasi industri kreatif

– Perlindungan hasil karya kreatif (hal cipta dan perijinan)

– Pusat Informasi Industri Kreatif (survei) untuk mendukung riset dan pengembangan

• Mengembangkan kemampuan penciptaan nilai kreatif

– Layanan investasi yang berkualitas

– Perlindungan terhadap karir pekerja kreatif

– Integrasi kegiatan kreatif, bisnis, dan teknologi

– Akses modal kerja atau pembiayaan bisnis kreatif

– Relevansi lembaga pendidikan dengan bisnis kreatif

 

• Meningkatkan peluang atau permintaan terhadap produk kreatif

– Expo Industri Kreatif

– Kawasan atau Pasar Kreatif

– Duta Cirebon Kreatif hingga ke manca negara

 

SASARAN

 

  • Pelaku usaha
  • Anak-anak muda kreatif
  • Seluruh lapisan masyarakat
  • Aparatur pemerintah daerah
  • Siswa dan mahasiswa kreatif

 

Industri kreatif adalah industri masa depan yang bertumpu pada daya kreasi manusia. Beberapa negara sudah mengembangkan industri ini sejak tahun 1997. Jawa Barat terutama Kota Indramayu secara historis dan de fakto telah banyak melakukan kegiatan ekonomi yang termasuk dalam Industri Kreatif. Penentu daya saing dan indikator daya saing memerlukan pemantapan dan studi lebih lanjut.

Arah kebijakan bertumpu pada: iklim yang kondusif, kemampuan penciptaan nilai kreatif, dan peningkatan permintaan. Rencana strategis perlu diuji dan disosialisasikan melalui studi lebih lanjut dan seminar dengan berbagai asosiasi dan dinas terkait.

 

Untuk kelanjutan, khususnya rencana program kegiatan, dengan kerendahan hati mengajak seluruh komponen bangsa ini untuk bersama-sama saling dukung berdasarkan kepedulian dan kebersamaan. Karena tanpa kepedulian dan kebersamaan dari kita semua, hampir bisa dipastikan sehebat apapun perencanaan tidak akan pernah tercapai. Kami percaya kita semua memiliki motivasi dan semangat kebangsaan yang sama. Untuk itu, kiranya tidak dan jangan sampai semangat tersebut pudar begitu saja disebabkan kehilangan motivasi dan semangat karena kurangnya dukungan untuk berbuat dan berkarya demi sebuah nama harum bangsa sendiri.

Sekali lagi kami berharap prestasi yang telah diraih, nama daerah dan bangsa yang ikut menjadi harum, nama penggagas, pelaksana dan tokoh di dalamnya serta ikutan-ikutan lainnya ikut/lebih familiar, bisa dipertahankan dan terus ditingkatkan dengan pembinaan, berdasarkan kepedulian dan kebersamaan. Hingga akhirnya kehilangan semangat, motivasi dan gairah anak bangsa dan putra daerah untuk menghasilkan karya-karya terbaik dapat dihindarkan.

Akhirnya, berkat kepedulian, kerjasama dan rasa kebersamaan juga kecintaan terhadap daerah dan bangsa kita, apa yang menjadi tujuan bersama tahap demi tahap dapat kita raih bersama-sama.

 *: Pedesterian


Iklan
Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Sanggar Anak Tangguh

Strong Children Strong Nation

What Planners Do

The Few, The Proud, The Planner

kalipaksi dot com

Melu Memayu Hayuning Bawono

ARDAN SIRODJUDDIN

Blog ini didedikasikan untuk kemajuan pendidikan Indonesia

O. Solihin

katakan kebenaran itu meskipun terasa pahit

%d blogger menyukai ini: