Beranda > Uncategorized > Rasionalisasi Pengeluaran

Rasionalisasi Pengeluaran

Kondisi perekonomian skala makro berdampak pada tingkat pendapatan dan pengeluaran. Hal ini berakibat terhadap kecukupan gizi keluarga. Selanjutnya mempengaruhi tingkat pendidikan, kesehatan dan kemampuan ekonomi keluarga.

Umumnya pola dan manajemen keuangan keluarga sering irrasional, artinya terjadinya kegiatan yang tidak sesuai dengan kebutuhan rasional.

Contoh, penggunaan sarana telekomunikasi (Handphone). Bila di cermati, sesungguhnya ada atau tidak sarana dimaksud, belum tentu menjadi persoalan dalam kegiatan sehari-hari. Berarti pula, jika saat ini kebutuhan akan sarana komunikasi telah menjadi sebuah kebutuhan, masih ada pertanyaan, apakah mesti setiap individu anggota keluarga memiliki sarana/media lebih dari satu pieces? Artinya hal ini menjadi sebuah kegiatan/kebutuhan yang irrasional.

Jika dianalisa lebih lanjut, berapa konversi biaya yang harus dikeluarkan untuk sebuah media yang notabene penggunaannya tidak begitu penting?. Misal: biaya rutin untuk satu pieces sarana telekomunikasi Rp 10.000/minggu, berarti Rp 40.000/bulan. Jika dalam rumah tangga rata-rata memiliki 4 pieces, maka 4 x 40.000 = Rp 160.000/bulan. Dengan kata lain ada sekitar Rp 160.000 pengeluaran abstrak/tidak jelas setiap bulan?.

Pengecualian jika kebutuhan sarana telekomunikasi dimaksudkan untuk kebutuhan usaha, sebab hitungan dimasukkan sebagai pengeluaran untuk kegiatan usaha, bukan sebagai pengeluaran konsumsi keluarga.

Selayaknya pengeluaran disesuaikan dengan kebutuhan. Mempertimbangkan pendapatan rata-rata.

Rasionalisasi pengeluaran dan standar pendapatan rata-rata menjadi bagian persoalan yang menyebabkan lemahnya perekonomian secara umum. Dampaknya mempengaruhi mutu sumber daya manusia. Selain itu tingkat kemampuan untuk mandiri/cakap berwirausaha masih rendah. Ditambah ketidakefektifan mekanisme pembangunan.

Seyogyanya harus dicarikan solusi, sehingga kemampuan ekonomi keluarga dan perekonomian secara umum serta mutu sumberdaya manusia meningkat. Dan akhirnya kemandirian hidup layak atau kesejahteraan bersama dapat terwujud. 

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Sanggar Anak Tangguh

Strong Children Strong Nation

What Planners Do

The Few, The Proud, The Planner

kalipaksi dot com

Melu Memayu Hayuning Bawono

ARDAN SIRODJUDDIN

Blog ini didedikasikan untuk kemajuan pendidikan Indonesia

O. Solihin

katakan kebenaran itu meskipun terasa pahit

%d blogger menyukai ini: