Beranda > Uncategorized > Pengertian dan Substansi FS

Pengertian dan Substansi FS

1.   Studi Kelayakan atau Feasibility Study/ FS adalah kajian menyeluruh dan mendalam terhadap aspek teknis, ekonomi, keuangan, lingkungan dan kelembagaan dengan beberapa justifikasi sehingga subproyek yang diusulkan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang diharapkan.

 2.   Tujuan yang hendak dicapai dengan pelaksaan FS adalah:

a.   terlaksananya proyek pembangunan yang memenuhi persyaratan teknis dengan perioda pelayanan yang sesuai dengan umur teknis, kapasitas pelayanan yang sesuai dengan rencana;

b.   terjaminnya kesinambungan pembangunan, dimana teknologi yang diterapkan mempertimbangkan: kandungan lokal, kemampuan keuangan dan kelembagaan pengelola dan kemampuan sumber daya manusia yang tersedia;

c.   proyek yang akan dibangun dapat memeberikan dampak yang baik terhadap lingkungan sekitarnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang;

d.   proyek yang dibangun dapat meningkatkan kondisi dan/atau kualitas kehidupan masyarakat termasuk upaya pengurangan kemiskinan, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan pelayanan umum; dan

e.   masyarakat mampu membiayai operasi dan pemeliharaan sistem yang dibangun secara langsung (seperti: retribusi kebersihan, terminal penumpang, dst) maupun tidak langsung (pajak yang dipungut dari masyarakat digunakan untuk membangun prasarana jalan, drainase, dst).

 

3.   Kajian teknis bertujuan untuk menganalisis kelayakan suatu rencana kegiatan atau proyek pembangunan ditinjau dari sudut teknologi.  Teknologi yang dimaksud di sini tidak terbatas pada teknologi keras (hard technology) seperti rekayasa (engineering), namun juga teknologi lunak (soft technology), seperti rencana tata ruang.  Rencana tata ruang dipandang merefleksikan aspek-aspek pendukungnya, seperti kesesuaian fisik-geologis dan spasial.  Demikianlah, maka suatu proyek dikatakan layak secara teknis jika:

a.   tersedia teknologi yang relatif murah untuk melaksanakannya; dan

b.   berlokasi di tempat yang secara tata ruang dibenarkan

 

   Untuk mendukung suatu kajian teknis, lazimnya diperlukan berbagai informasi pendukung, seperti:

a.    Hasil pengukuran atau pemeriksaan laboratorium berkenaan dengan keadaan daya dukung, dan/atau daya tampung, selain pemeriksaan lain yang relevan sesuai dengan jenis proyeknya;
b.    Rencana Tata Ruang Kawasan (RUTRK/RDTRK/RTRK) untuk mengetahui peruntukan kawasan, batasan-batasan pengembangannya, dan keterkaitannya dengan strategi pembangunan daerah;
c.    Rencana tapak (site plan), yang menggambarkan lokasi perencanaan dan gambaran detail proyek yang diusulkan;
d.   Rancangan awal (preliminary design) proyek, untuk mengetahui rancangan proyek yang akan dilaksanakan, sebagai masukan dalam menyusun rancangan teknik-rinci (Detail Engineering Design – DED); 
e.    Foto-foto lokasi proyek, untuk mengetahui kondisi aktual di lapangan dari masing-masing proyek yang diusulkan. 

 

4.   Kajian Ekonomi

      Kajian ekonomi bertujuan untuk menganalisis kelayakan suatu kegiatan atau proyek  pembangunan ditinjau dari sudut ekonomi, khususnya ekonomi-makro.  Kajian ini pada dasarnya ditujukan untuk proyek-proyek yang tidak menghasilkan penerimaan secara langsung (non-cost recovery), seperti proyek pembangunan jalan non-toll  tidak menghasilkan penerimaan secara langsung, namun menyebabkan terjadinya peningkatan harga tanah disekitar pembangunan jalan tersebut. Manfaat yang diperoleh, antara lain, adalah adanya akses yang lebih mudah, berkurangnya kemacetan lalu lintas, berkurangnya biaya perjalanan dan waktu tempuh, biaya operasional kendaraan lebih rendah, kondisi lingkungan yang lebih nyaman, dan lain-lain. Dengan demikian yang menjadi indikator peningkatan ekonomi dalam proyek pembangunan jalan tersebut adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan atau harga tanah disekitarnya berdasarkan harga pasar faktual. Indikator lain dalam kaitan contoh di atas adalah adanya pertumbuhan aktivitas ekonomi ikutan (multiplier effect) seperti kegiatan jasa, perdagangan, perkantoran dan lain-lain.   

Analisis kelayakan ekonomi lazimnya menggunakan metode-metode seperti:

a.   B/C Ratio (Benefit/Cost ratio)
b.   EIRR (Economic Internal Rate of Return)

      Secara sederhana, proyek dikatakan layak secara ekonomi apabila manfaat proyek tersebut lebih besar dari biaya ekonomi yang ditimbulkannya.

 

5.   Kajian Keuangan

      Kajian keuangan bertujuan untuk menganalisis perkiraan kapasitas keuangan yang dihasilkan oleh rencana kegiatan proyek dalam mengembalikan dana yang diinvestasikan.  Kajian ini ditujukan untuk proyek-proyek yang menghasilkan penerimaan langsung (revenue generating).  Sebagai contoh: penyediaan air bersih.  Penyediaan air bersih memerlukan Instalasi Pengolah Air (IPA), jaringan distribusi dan sambungan rumah (SR), biaya perluasan jaringan dan biaya operasi & pemeliharaan (O&M) sistem penyediaan air bersih.  Sebagai proyek yang menghasilkan penerimaan langsung, maka diperlukan kajian mendalam terhadap beberapa parameter dasar, seperti perkiraan biaya investasi, kapasitas produksi, teknologi dan peralatan yang digunakan, fasilitas pendukung, pangsa pasar, proyeksi tarif, proyeksi pendapatan dan kemampuan proyek dalam mengembalikan biaya investasi yang digunakan.

     

      Analisis kelayakan keuangan lazimnya menggunakan metode-metode seperti:

a.   NPV (Net Present Value)
b.   FIRR (Financial Internal Rate of Return)
     
      Secara sederhana, proyek dikatakan layak secara keuangan apabila proyek tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan (demand) masyarakat, investasi yang ditanamkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, besarnya nilai keuntungan lebih besar dari nilai bunga bank yang berlaku sehingga penerimaan yang dihasilkan dari operasionalisasi proyek dapat mengembalikan biaya investasi sesuai dengan jadwal pengembalian investasi yang ditetapkan.

 

6.   Kajian Sosial dan Lingkungan

      Kajian sosial dan lingkungan bertujuan untuk mengetahui dampak sosial dan lingkungan suatu rencana kegiatan atau proyek pembangunan.  Suatu proyek dinyatakan layak secara sosial dan lingkungan jika proyek tersebut memberikan manfaat yang melebihi biaya sosial dan lingkungannya, dan distribusi manfaat / biaya tidak menjadikan warga yang relatif kurang sejahtera memburuk keadaannya.  Perhatian khusus dalam kajian kelayakan sosial diberikan pada proyek yang memerlukan pengadaan tanah (dengan atau tanpa pemukiman kembali), dan proyek yang mengenai, atau mempengaruhi kehidupan masyarakat terasing dan rentan.  Kedua kategori proyek di atas diharuskan memberi kesempatan pada warga yang terkena untuk menyatakan persetujuannya atau keberatannya terhadap rencana dimaksud.  Perhatian khusus pada kajian lingkungan diberikan pada proyek-proyek yang memerlukan AMDAL atau UKL/UPL, atau LARAP.  Kajian sosial dan lingkungan mengacu pada Kerangka Safeguard.

 

7.   Kajian Kelembagaan / Organisasi

      Kajian kelembagaan bertujuan untuk mengetahui kelayakan proyek atau rencana kegiatan ditinjau dari segi kesiapan lembaga (termasuk aturan-main dan personalia) pengelola untuk mengelola proyek atau rencana kegiatan tersebut, baik pada tahap persiapan, konstruksi, maupun tahap operasi.  Kajian kelembagaan pada hakekatnya difokuskan pada upaya menciptakan lembaga yang efektif dan kompeten, sehingga dapat dipercaya menangani hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan publik.  Hal-hal yang penting diperhatikan dalam kajian ini adalah:

a.   kajian terhadap kondisi lembaga (sistem organisasi termasuk struktur dan kultur organisasi, fungsi dan tugas dan kewenangan);
b.   kajian  terhadap kualitas pengelolaan (termasuk prosedur kerja, teknologi yang dikuasai, rekrutmen, penempatan, dan pengembangan personil) dan efektivitas menangani tugas dan fungsinya;
c.   kajian terhadap kepemimpinan, termasuk corak kepemimpinan, cara pengambilan keputusan, dan inovasi yang telah, sedang, atau dapat diharapkan berjalan;
d.   kajian terhadap akuntabilitas dan transparansi berkaitan dengan pengambilan kebijakan, penegakan peraturan dan pelibatan masyarakat.
Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Sanggar Anak Tangguh

Strong Children Strong Nation

What Planners Do

The Few, The Proud, The Planner

kalipaksi dot com

Melu Memayu Hayuning Bawono

ARDAN SIRODJUDDIN

Blog ini didedikasikan untuk kemajuan pendidikan Indonesia

O. Solihin

katakan kebenaran itu meskipun terasa pahit

%d blogger menyukai ini: